Skip to main content

Top navigation

  • Data and tools
  • Insights
  • Newsroom
  • Strategy

Main navigation

  • About us
    • Our impact
    • Our people
    • Oversight
    • Advisory Council
    • Working at NRGI
    • Financials
    • Funders
    • Contact us
  • Where we work
    • Countries

      • Chile
      • Colombia
      • Democratic Republic of the Congo
      • Ghana
      • Guinea
      • Indonesia
      • Mexico
      • Mongolia
      • Nigeria
      • Peru
      • Senegal
      • Tunisia
      • Uganda
      • Zambia
    • Regions

      • Latin America
      • Middle East and North Africa
      • Sub-Saharan Africa
  • Topics
    • Topics

      • Anticorruption & accountability
      • Fossil fuel transition
      • Just energy transition
      • State-owned enterprises
      • Taxation & revenue management
      • Transition minerals
  • Library
  • Training
    • Advanced course
    • Anglophone Africa Training
    • Executive course
    • Formation Afrique francophone
  • Events
Image placeholder
  • Home
  • Library

Dialog Antarpemerintah Selatan– Selatan tentang Mewujudkan Nilai Tambah Mineral yang Adil

Key Outcomes from South-South Inter-Governmental Dialogue, Indonesia, 30 November – 4 December 2025

  • Briefing

  • 31 March 2026

Download

OTHER LANGUAGES

  • English
Share

Table of Contents

Group of people speaking in Indonesia

OTHER LANGUAGES

  • English
Share

Pada 30 November hingga 4 Desember 2025, delegasi pemerintah dan para mitra berkumpul di Bali, Indonesia, untuk mengikuti Dialog Antarpemerintah Selatan–Selatan tentang Mewujudkan Nilai Tambah Mineral yang Adil. Dialog ini mempertemukan para pejabat dari 10 negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang memiliki cadangan mineral signifikan dan akan memainkan peran sentral dalam perkembangan pasar global bagi teknologi energi bersih serta industri-industri kunci lainnya. Negara-negara tersebut adalah Chile, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Indonesia, Meksiko, Mongolia, Maroko, Filipina, Zambia, dan Zimbabwe. Mereka juga didampingi oleh perwakilan dari organisasi antarpemerintah, lembaga penelitian, dan lembaga pembangunan.

Dialog ini diselenggarakan bersama oleh Dewan Ekonomi Nasional Indonesia dan Natural Resource Governance Institute, dengan dukungan dari ViriyaENB. Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan pembelajaran bersama serta memberikan masukan bagi upaya pemerintah. Tujuan dialog ini adalah untuk meningkatkan kontribusi sektor mineral terhadap pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan nilai tambah di dalam negeri, peningkatan kapasitas teknologi, serta partisipasi masyarakat lokal yang lebih adil. Meskipun pengalaman masing-masing negara sangat beragam, para peserta selama diskusi sepanjang minggu tersebut mengidentifikasi sejumlah strategi lintas sektor yang utama untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat posisi tawar di pasar internasional, serta melindungi lingkungan dan hak-hak warga negara. Dokumen ini merangkum pokok-pokok kesamaan pandangan yang muncul dari dialog tersebut, serta menawarkan sejumlah pendekatan untuk mendorong pembelajaran berkelanjutan dan koordinasi di antara pemerintah negara-negara Global South guna meningkatkan pembangunan sektor mineral yang adil.

Poin-poin Utama

  1. Pendekatan yang terintegrasi sangat penting dalam pengelolaan sektor ini, dibandingkan dengan pendekatan yang menangani proyek satu per satu
  2. Analisis yang sesuai dengan konteks membantu pemerintah memanfaatkan peluang-peluang spesifik yang ditawarkan oleh kondisi geologi, geografi, dan sumber daya yang dimiliki
  3. Visi jangka panjang perlu bersifat ambisius, namun tetap berkembang secara bertahap
  4. Pendekatan yang menggabungkan insentif dan ketegasan diperlukan dalam hubungan dengan investor, dengan menyeimbangkan dorongan, aturan yang tegas, serta fleksibilitas
  5. Investasi dalam pengembangan sumber daya manusia harus bersifat strategis dan konsisten
  6. Bersuara Satu: Koordinasi Antar-Lembaga Pemerintah Sangat Vital
  7. Pendekatan multi-pemangku kepentingan dan komunikasi yang jelas merupakan kunci
  8. Sistem keterlacakan yang kuat, yang mencakup pertambangan skala besar maupun kecil, sangat penting untuk pembangunan rantai nilai yang adil
  9. Negara-negara pengimpor mineral dan lembaga internasional harus mempertimbangkan dampak tindakan mereka demi terciptanya rantai nilai yang stabil, efisien, dan ramah lingkungan
  10. Netralitas Strategis dan Aliansi Semakin Penting
  11. Pembelajaran Selatan–Selatan yang lebih mendalam diperlukan untuk membuka peluang kerja sama dan inovasi
Topics
Transition minerals

Konten terkait

Blog post 23 JUN 2025

Tantangan Tata Kelola di balik Ambisi Pengelolaan Sumber Daya di Indonesia

Blog post 30 JAN 2025

Ambisi Transisi Energi Indonesia: Hilirisasi Nikel dan Seterusnya

Briefing 25 NOV 2024

Enam Kunci untuk Mewujudkan Nilai Tambah yang Berkeadilan dalam Pertambangan

Connect with us

Email updates •
  • EN
  • ES

Footer

  • Privacy policy
  • Contact us
  • Accessibility
© 2026 NRGI
DESIGNBYSOAPBOX.COM